Dyspepsia

1.‎ Pengertian
Dyspepsia adalah suatu penyakit saluran cerna yang disertai dengan ulu ‎hati, mual, muntah, kembung-kembung atau rasa penuh atau rasa cepat kenyang ‎dan sendawa.‎
Dyspepsia sering ditemukan sehari-hari, keluhan ini sangat berfariasi baik ‎dalam jenis gejala yang ada maupun intensitas gejala tersebut dari waktu ke ‎waktu.‎
‎(kapita selekta 2000)‎

‎2.‎ Tanda Dan Gejala
• Mual
• Muntah
• Nyeri ulu hati
• Nyeri saat lapar
• Perut terasa penuh saat makan
• Perut terasa kenyang saat makan
• Nyeri tekan

‎3.‎ Penyebab
• Pola makan yang tidak teratur
• Sering terlambat makan
• Makanan yang tidak tepat

‎4.‎ Epidemiologi
Penyakit ini sering diderita oleh masyarakat karena penyakit ini ‎berhubungan dengan:‎
• keadaan sosial ekonomi masyarakat
• Pola makannya
• Keadaan makanannya


‎5.‎ Patofisiologi
Dengan krieteria ada tidaknya kelainan organik pada SCB, maka teori ‎fatogengesisnya sangat berfariasi, berbagai usaha telah dilakukan untuk ‎menerangkan korelasi yang ada antara keluhan dengan sedikitnya temua ‎kelainan yang ada secara convensional.‎

‎6.‎ Manifestasi klinis
Klasifikasi klinis praktis didasarkan atas keluhan/gejala yang dominan, dibagi ‎dalam 3 katagori.‎
‎1)‎ Dyspepsia dengan keluhan seperti ulkus ‎
‎(ulkus – like Dyspepsia) dengan gejala‎
‎-‎ Nyeri ulu hati (epigastrium)‎
‎-‎ Nyerinya hilang setelah makan atau pemberian antasida‎
‎-‎ Nyeri saat lapar
‎-‎ Nyeri episodik
‎2)‎ Dyspepsia dengan gejala seperti dismotilitas
‎(Dysmolity – like Dyspepsia) dengan gejala‎
‎-‎ Mual kenyangnya
‎-‎ Perut cepat terasa penuh saat makan
‎-‎ Mual dan muntah
‎-‎ Upper abdomen
‎3)‎ Idus-pepsia non spesifik (tidak ada gejala seperti 2 jenis di atas)‎
Pembagian alat dan kronis berdasarkan atas jangka waktu 3 bulan

‎7.‎ Penatalaksanaan
Penatalaksanaan skema Dyspepsia yang dibeda bagi senta kesehatan ‎dengan tenaga ahli (gantrointerologi/internis) yang disertai dengan fasilitas ‎endoskopi dengan penatalaksanaan Dyspepsia di masyarakat.‎
Pencegahan:‎
‎-‎ makan yang teratur
‎-‎ kurangi makanan yang pedas dan mengandung gas dan soda
‎-‎ minum obat antasida setengah jam sebelum makan
‎-‎ minum air putih yang banyak
B. ASUHAN KEPERAWATAN

‎1.‎ Aktivitas / istirahat
Gejala ‎: kelemahan, kelelahan‎
Tanda ‎: Takikardi, Takipnea/hiperventilasi (hiper aktivitas)‎

‎2.‎ Sirukulasi
Gejala ‎: Hipotensi, takikardi, disritmia
‎ Kelemahan/nadi perifer lemah‎
‎ Pengisian kapiler lambat/perlahan (vasokontriksi)‎

‎3.‎ Integritas EGO
Gejala ‎: Faktor stres akut atau kronis (keuangan, hubungan kerja) ‎perasaan tak berdaya
Tanda ‎: Tanda ansietes, misal: gelisah, pucat, berkeringat, perhatian ‎menyempit, gemetar, suara gemetar

‎4.‎ Eliminasi
Gejala ‎: ‎ Riwayat perawatan di rumah sakit karena pendarahan, misalnya: ‎Luka peptik/gastritis, bedah gaster, radiasi area gaster
Tanda ‎: Nyeri tekan abdomen, distensi, bunyi usu, konstipasi dapat terjadi ‎‎(perubahan diet : penggunaan antasida)‎

‎5.‎ Makanan/Cairan
Gejala ‎:‎ Anoreksia, mual, muntah‎
Masalah menelan : cegukan
Nyeri ulu hati : sendawa bau asam, mual/muntah
Tidak toleran terhadap makanan
Contoh: makanan pedas, coklat
Penurunan berat badan
Tanda ‎:‎ Muntah, membran mukosa kering


‎6.‎ Neorosensori:‎
Gejala ‎:‎ Rasa berdenyut, pusing, sakit kepala, kelemahan
‎7.‎ Keamanan
Gejala ‎:‎ Alergi terhadap obat
Tanda ‎:‎ Peningkatan suhu

‎8.‎ Nyeri/Kenyamanan
Gejala ‎:‎ Nyeri, rasa terbakar, perih
Nyeri epigastrium kiri sampai tengah, atau menyebar ke ‎punggung terjadi 1 – 2 jam setelah makan dan hilang dengan antasida. ‎

POLITEKNIK KESEHATAN NAD

PROGRAM STUDI KEPERAWATAN KOTA LANGSA
FORMAT PENGKAJIAN KELUARGA

PENGKAJIAN KELUARGA
Tanggal ‎ ‎:‎ ‎27 / 5 / 2010‎
I.‎ IDENTITAS UMUM KELUARGA
a.‎ Identitas Kepala Keluarga:‎
Nama ‎: Ny. D Pendidikan ‎: SD
Umur ‎: 40 Tahun‎ Pekerjaan ‎: Tani
Agama ‎: Islam Alamat ‎: Dusun Tunong
‎ Desa Pulo Redeup‎
Suku ‎: Aceh No. Hp/Telp ‎: ...............................‎

b.‎ Komposisi Keluarga:‎

N
O
NAMA

L‎/‎P

UMUR
HUB. ‎KLG
PEKERJAAN
PENDIDIKAN
‎1‎ Ny. D P ‎40 thn‎ kk tani SD
‎2‎ Wilda Wahyuni P ‎11 thn‎ Anak ‎-‎ SD
‎3‎ Husni L ‎8 thn‎ Anak ‎-‎ SD
‎4‎
‎5‎
‎6‎
‎7‎
‎8‎
‎9‎
‎10‎

c.‎ Genogram:‎
d.‎ Type Keluarga

a). Jenis type Keluarga : Sigle Pearen
b). Masalah yang terjadi dengan type tersebut : Merawat dan mendidik ‎anak tahap perkembangan sekolah dan mempertahankan komunikasi ‎antara anak dan ibu.‎

e.‎ Suku Bangsa
a). Asal Suku Bangsa ‎: ACEH‎
b). Budaya yang berhubungan dengan kesehatan

f.‎ Agama dan kepercayaan yang mempengaruhi kesehatan : Islam ‎dituntut untuk hidup sehat dan bersih.‎
g.‎ Status Sosial Ekonomi Keluarga :‎
a). Anggota keluarga yang mencari nafkah : Ny. D (kk)‎
b). Penghasilan : <> 10 m‎
h.‎ Sumber air minum : air isi ulang‎
i.‎ Kamar mandi/WC : kamar mandi terpisah dengan wc
j.‎ Sampah : dibakar Limbah RT di alirkan kesaluran ‎pembuangan
k.‎ Kebersihan lingkungan : bersih rapi

b.‎ karakteristik tetangga dan komunitas RW
a.‎ kebiasaan : ikut pengajian selasa dan jumat
b.‎ Aturan kesepakatan : dilaksanakan jika ada dari tetangga yang ‎meninggal ‎
c.‎ Budaya : ‎
d.‎ Mobilitas Geografis keluarga : tidak pernah pindah rumah
e.‎ Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat : sering ‎silaturahmi dan berkumpul dengan keluarga
f.‎ System pendukung keluarga : kk selalu mendukung anak-anak ‎keluarganya dan mendapat dukungan dari setiap anggota keluarga ‎yang lain ‎

IV.‎ STRUKTUR KELUARGA
a.‎ pola/cara komunikasi keluarga : menggunakan bahasa Aceh dan ‎lansung dan saling terbuka satu sama lain
b.‎ struktur kekuatan keluarga : keluarga NY. D saling menghargai ‎satu sama lain dan NY. D selalu mendidik anaknya agar selalu ‎berprilaku baik pada orang lain ‎
c.‎ struktur peran (peran masing-masing anggota keluarga) : NY. D : ‎Kepala keluarga bekerja sebagai petani dan mendidik anak agar ‎selalu berinteraksi dengan baik dengan orang lain. Peran anak ‎melaksanakan peran psikososial sesuai dengan perkembangan baik ‎fisik, mental, sosial dan spritual
d.‎ Nilai dan norma keluarga

V.‎ FUNGSI KELUARGA
a.‎ Fungsi efektif : keluarga hidup sebagai satu keluarga yang selalu ‎saling mendukung dan terciptanya komunikasi saat berkumpul ‎dengan keluarganya
b.‎ Fungsi sosialisasi
a). Kerukunan hidup dalam keluarga : kk menekankan anak-‎anaknya berhubungan baik dengan orang lain dan bermain ‎dengan teman-temannya.‎
b). Interaksi dan hubungan dalam keluarga : keluarga Ny. D saling ‎menghargai antara satu dengan yang lain
c). Anggota keluarga yang dominan dalam pengambilan ‎keputusan : NY. D sebagai kepala keluarga yang mengambil ‎keputusan
d). Anggota keluarga waktu senggang : berkumpul, ngobrol-‎ngobrol sambil nonton.‎
e). Partisipasi dalam kegiatan sosial : Ny. D mengikuti kegiatan ‎masyarakat seperti ngaji

c.‎ Fungsi Perawatan Kesehatan
Ny. D kurang mampu mengenal/mengerti tentang penyakit yang ‎dialaminya dan NY. D selalu menggunakan pelayanan kesehatan ‎seperti puskesmas, pustu, mantri

d.‎ Fungsi Reproduksi
a). Perencanaan jumlah anak : ‎
b). Akseptor : ya .......... yang digunakan.... lamanya......‎
c). Akseptor : Belum... alasannya......‎
d). Keterangan lain : ‎

e.‎ Fungsi Ekonimi :‎
a). Upaya pemenuhan sandang pangan : Ny. D bekerja sebagai ‎petani penghasilan yang dimiliki Ny. D kurang mencukupi untuk ‎memenuhi sandang pangan ‎
b). Pemeriksaan sumber dimasyarakat ‎

VI.‎ STRESS DAN KOPING KELUARGA
a.‎ Stressor jangka pendek: Ny. D mengatakan semoa dia selalu dapat ‎memenuhi sandang pangan keluarga
b.‎ Stessor jangka panjang: Ny. D ingin anaknya sukses dan dapat ‎sekolah tinggi
c.‎ Respon keluarga terhadap stressor: Bila ada masalah Ny. D ‎mengambil keputusan sendiri dan musyawarah dengan keluarga ‎yang lain
d.‎ Strategi Koping:‎
e.‎ Strategi Adaptasi disfungsional: Ny. D bersyukur terhadap apa ‎yang dimilikinya sekarang

VII.‎ KEADAAN GIZI KELUARGA
Pemenuhan Gizi: Keluarga Ny. D makan 3 x 1 hari dengan lauk pauk ‎dan sayur.‎
Upaya lain:‎

VIII.‎ HARAPAN KELUARGA
a.‎ Terhadap masalah kesehatannya: Cepat sembuh penyakitnya dan ‎berharap keluarganya selalu sehat
b.‎ Terhadap petugas kesehatan yang ada: Harapannya petugas ‎kesehatan dapat memberi pelayanan yang baik terutama pada ‎orang yang kurang mampu tanpa memandang kaya dan miskin.‎

IX.‎ PEMERIKSAAN FISIK
N
O VARIABEL
NAMA ANGGOTA KELUARGA
Tn.‎ Ny. D An. W An. H
‎1‎ Riwayat penyakit ‎saat ini Keluarga ‎mendertia Tidak ada An. W ‎menderita ‎dyspepsia Tidak ada
‎2‎ Keluhan yang ‎dirasakan Tidak ada Sering ‎mual, sakit ‎perut, perih Tidak ada
‎3‎ Tanda dan gejala Tidak ada Nyeri ulu ‎hati, mual, ‎muntah, ‎perut ‎terasa ‎penuh Tidak ada
‎4‎ Riwayat penyakit ‎sebelumnya Ispa Ispa Ispa ‎

KOMPONEN
HASIL PEMERIKSAAN ANGGOTA KELUARGA
BP IBU
Ny.D An
W An
H An
An
Kepala Rambut
Hitam Rambut
Hitam Rambut
Hitam
Mata Tidak ‎Anemis Tidak ‎Anemis Bisa ‎melihat Jelas Tidak ‎anemis ‎
Bisa melihat ‎jelas
Telinga Pendengaran ‎baik Pendengaran ‎baik Pendengaran ‎baik
Hidung Tidak ‎bersekret Tidak ‎bersekret Tidak ‎bersekret
Mulut dan ‎gigi Mukosa ‎lembab tidak ‎ada ‎kesulitan ‎mengunyag Mukosa ‎lembab tidak ‎ada ‎kesulitan ‎mengunyag Mukosa ‎lembab tidak ‎ada ‎kesulitan ‎mengunyag
Leher dan ‎Tenggorokan Tidak ada ‎pembesaran ‎kelenjar Tidak ada ‎pembesaran ‎kelenjar Tidak ada ‎pembesaran ‎kelenjar
Dada Simetris ‎ Simetris Simetris ‎
Abdomen Simetris Ada nyeri ‎tekan simetris
Ekstremitas Simetris ‎dapat ‎bergerak dan ‎reflek baik Simetris ‎dapat ‎bergerak ‎dengan baik Simetris ‎dapat ‎bergerak ‎dengan baik
Kulit Turgor kulit ‎baik dan ‎elastis Turgor kulit ‎baik dan ‎elastis Turgor kulit ‎baik dan ‎elastis
Kuku Tidak ada ‎clubing Tidak ada ‎clubing Tidak ada ‎clubing
BB / TB ‎50/145‎ ‎110/30‎ ‎120/35‎
TD ‎120/90‎ ‎- ‎ ‎- ‎
Nadi ‎80 X /m‎ ‎80/m‎ ‎80/m‎
Suhu ‎37 °c‎ ‎37 °c‎ ‎37 °c‎
Pernafasan ‎24x/m‎ ‎34x/m‎ ‎34x/m‎

‎5.‎ System respirasi Suara nafas vesi ‎kuler Suara nafas ‎vesikuler Suara nafas ‎vesikuler
‎6.‎ System respirasi ‎15/m baik, tidak ‎ada keluhan ‎13x/m‎ ‎13x/m‎
Tidak ada ‎keluhan
‎7.‎ System persyaratan
‎8. ‎ System muskulosketal
‎9. ‎ System genetalia ‎

ANALISA DATA

NO DATA DX KEPERAWATAN
‎1‎ Data Subjektif
‎-‎ An. W mengatakan
‎“saya sering mual & sakit perut ‎terasa perih sekali”‎

-‎ ibu mengatakan
‎“3 minggu yang lalu Ny. D dan ‎anak-anaknya ada sakit pilek, ‎batuk, demam”‎
‎-‎ ibu mengatakan
‎“kami sudah berobat kepustu dan ‎diberikan obat”‎
‎-‎ ibu mengatakan ‎
‎“sekarang sakit pilek & batuk itu ‎sudah sembuh”‎

Data Objektif
‎-‎ An. W mual sesudah makan
‎-‎ An. W merasakan perih & ‎nyeri tekan pada abdomen
‎-‎ Batuk, Pilek, Hidung tersumbat Resiko perubahan nutrisi kurang ‎dari kebutuhan tubuh: sakit perut ‎terasa perih An. W (II thn) di ‎keluarga Ny. D berhubungan ‎dengan ketidakmampuan ‎keluarga mengenal masalah ‎kesehatan khususnya Ny. D

Diaknosa Keluarga Dan Scoring


Keperawatan yang muncuk antara lain :‎

‎1. Resiko kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh ;‎
‎ Mual-mual sakit perut terasa perih An. W (11 Thn) dikeluarga NY.Pd ketidak ‎
‎ Mapuan keluarga menegenal masalah kesehatan khususnya Ny. D‎

No ‎
Kriteria
Penghitungan
Scor
Pembenaran
‎1.‎
‎2.‎
‎3.‎
‎4.‎ Sifat Masalah Aktual

Kemungkinan masalah untuk ‎diubah : sebagian

Potensial masalah untuk dicegah : ‎cukup

Menonjolnya masalah ada masalah ‎tetapi tidak harus segera ditangani

Total ‎3/3 x 1‎
‎½ x 2‎

‎1/3 x 1‎
‎½ x 1‎1‎1‎2/3‎½‎

‎3/1/2‎ Masalah sudah menyerang ‎An. W mual-mual. Sakit perut ‎terasa perih sering dirasakan ‎dengan tanda dan gejala yang ‎sesuai dengan dyspepsia dan ‎sakit sering muncul Ny.D ‎tidak mengetahui ‎penyebabnya.‎

Ingin tahu tentang dyspepsia ‎jarak rumah dengan ‎pelayanan kesehatan 1-5 Km.‎

Malah belum terlalu berat dan ‎dapat dicegah tetapi Ny.D ‎dan An.W belum begitu ‎mengenal masalah kesehatan ‎khususnya tentang dyspepsia

Anggapan Ny.D thd An.W ‎masalah yang dirasakan ‎sekarang karena sering telat ‎makan saja

Intervensi
Dx Kep Tujuan Evaluasi Evaluasi
Tum Tuk Kriteria Standar
‎1. Resiko ‎perubahan ‎nutrisi ‎kurang ‎dari ‎kebutuhan ‎tubuh : ‎sakit perut ‎terasa perih ‎‎( An.W) 11 ‎thhn. ‎Dikeluarga ‎Ny.D B.d ‎ketidak ‎mampuan ‎keluarga ‎mengenal ‎masalah, ‎khususnya. ‎Ny.D Selama 1 x ‎kunjungan ‎kerumah ‎resiko ‎perubahan ‎nutrisi ‎kurang dari ‎kebutuhan ‎tubuh : ‎dapat ‎diatasi pada ‎An. W (11 ‎thn)‎

‎1.selama 1 x ‎kunjungan ‎keluarga ‎mampu ‎mengenal ‎masalah ‎dyspepsia pada ‎anggota ‎keluarga ‎dengan cara ‎
‎1.1. ‎menyebutkan ‎pengertian ‎dyspepsia

‎1.2 ‎menyebutkan ‎penyebab ‎dyspepsia

‎1.3 ‎Mengidentifikasi penyebab ‎Dyspepsia

‎1.4 ‎Menyebutkan ‎tanda-tanda ‎dyspepsia ‎1.5 ‎Menyebutkan ‎cara ‎pencegahan ‎dyspepsia

1.6. ‎mengidentifikasi masalah ‎dyspepsia yang ‎terjadi pada ‎anggota ‎keluarga

2. Selama 1 x 5 ‎menit ‎kunjungan ‎keluarga ‎mampu ‎mengambil ‎keputusan ‎untuk merawat ‎anggota ‎keluarga yang ‎dyspepsia ‎dengan cara ‎

‎2.1 ‎Menyebutkan ‎akibat jika ‎dyspepsia tidak ‎diobati

‎2.2 ‎Memutuskan ‎untuk merawat ‎An. W dengan ‎dyspepsia ‎

3. Setelah 1 x 10 ‎menit ‎kunjungan ‎keluarga ‎mampu ‎merawat ‎anggota ‎keluarga ‎dengan ‎dyspepsia ‎dengan cara : ‎
‎3.1 ‎Menyebutkan ‎cara perawatan ‎dyspepsia ‎dirumah

‎4. Setelah 1 x 10 ‎menit ‎kunjunagan ‎kelurga mampu ‎memodivasi ‎makan yang dat ‎mencegah ‎dyspepsia ‎

‎4.1 ‎Menyebutkan ‎mankanan-‎makanan yang ‎tidak bisa ‎dikonsumsi ‎

‎5. Setelah 1 x 10 ‎menit keluarga ‎mampu ‎mengatasi dan ‎mengetahui ‎memanfaatkan ‎pelayanan ‎kesehatan ‎dalam merawat ‎pyspepsia

‎5.1 ‎memanfaatkan, ‎manfaat ‎pelayanan ‎kesehatan ‎dalam merawat ‎kesehatan

Respon ‎verbal

Respon ‎Verbal
Respon ‎verbal

Respon ‎
Verbal

Respon ‎verbal
Respon
Verbal

Respon ‎
Verbal
Respon

‎ Verbal‎

Respon ‎verabal

Respon ‎verbal ‎

Respon ‎efektif

Respon ‎Psikomotor
Dyspepsia ‎adalah suatu ‎penyakit ‎saluran cerna ‎yang disertai ‎dengan ulu ‎hati, mual, ‎mentah, ‎kembung, atau ‎rasa penuh atau ‎rasa cepat ‎kenyang dan ‎sendawa

‎- Menyebutkan‎
‎2 dari 3 ‎dyspepsia
Obat :‎
‎- Antasida‎
Makanan :‎
‎- Bubur‎
‎- Susu‎
‎- Telur‎
‎- Wortel‎
Stres : ‎Emosional ‎

‎-Menyebutkan ‎penyebab ‎dyspepsia

‎- Menyebutkan ‎‎4 dari 7 tanda ‎dan gejala ‎dyspessia ‎
• Mual
• Muntah
• Nyeri ulu ‎hati ‎
• Nyeri saat ‎lapar ‎
• Perut terasa ‎penuh saat ‎makan ‎
• Perut terasa ‎cepat ‎kenyang saat ‎makan ‎
• Nyeri tekan ‎abdomen
Menyebutkan 2 ‎dari 3 cara ‎pencegahan ‎Dyspepsia:‎
• Makanan ‎yang teratur ‎
• Kurangi ‎makan yang ‎pedas dan ‎mengandung gas dan ‎soda
• Minum obat ‎antasida ‎setengah jam ‎sebelum ‎makan
• Minum air ‎putih yang ‎banyak ‎

Kondisi An.W ‎
Mengalami ‎dyspepsia

Menyebutkan ‎
‎1 dari 2 akibat ‎lanjut dari yang ‎tidak diobati ‎
‎- Muntah‎
‎- Gastritis‎

Keluarga ‎memutuskan ‎untuk merawat ‎anggota ‎keluarga ‎dengan ‎dyspepsia

Menyebutkan 1 ‎dari 3 cara ‎mengatasi ‎dyspepsia : ‎
‎1. Usahakan ‎jangan telat ‎makan ‎
‎2. kurangi ‎makanan yang ‎pedas ‎
‎3. Berobat ke ‎rumah sakit

Menyebutkan 3 ‎dari 4 cara ‎memodifikasi ‎makanan yang ‎dapat ‎menceagah ‎dyspepsia ‎

‎- keluarga ‎membawa ‎anggota ‎keluarga ‎dengan ‎pyspepsia ‎apabila kondisi ‎mual-muntah ‎dapat teratasi ‎lebih 5 hari ‎
‎- Adanya ‎waktu berobat

‎1.11. diskusikan bersama ‎keluarga pengertian ‎dyspepsia dengan ‎menggunakan lembar balik

‎11.2. tanyakan tempat ‎bersama keluarga tentang ‎pengertian dyspepsia ‎

‎11.3. beri reinforlemen ‎positif atas jawaban yang ‎tepat

‎1.31 Dorong keluarga untuk ‎mengidentifikasi
Penyebab dyspepsia ‎

‎1.32 Beri reinforment positif ‎atas kemampuan keluarga ‎mengidentifikasi
Penyebab dyspepsia pada ‎anak

‎1.41 Diskusikan dengan ‎keluarga tentang tanda-‎tanda dyspepsia.‎

‎1.42 Motivasi keluarga ‎untuk menyebutkan ‎kembali tanda-tanda ‎dyspepsia ‎

‎1.43 Berikan reinforcement ‎positif atas usahanya yang ‎dilakukan keluarga

‎15.1 Dorong keluarga untuk ‎menyebutkan pencegahan ‎dyspepsia ‎

‎15.2 Berikan reinforcement ‎positif atas kemampuan ‎keluarga cara pencegahan ‎dyspepsia

‎16.1 membantu keluarga ‎membandingk
an apa yang telah dijelaskan ‎dengan kondisi An.W
‎(11 thn)‎

‎16.2 Motivasi keluarga ‎untuk mengidentifikasi ‎masalah timbul pada ‎anggota keluarga Ny.D

‎16.3 Bantu keluarga ‎menyimpulkan masalah ‎yang dihadapi oleh anggota ‎keluarga ‎
‎16.4 Berikan reinforment ‎positif atas usaha yang ‎dilakukan keluarga

‎2.1.1 Jelaskan pada keluarga ‎akibat lanjut apabila ‎dyspepsia tidak diobati ‎dengan mengobati dan ‎menggunakan lembar baik

‎2.1.2 Motivasi keluarga ‎untuk menyebutkan ‎kembali akibat lanjut dari ‎dari dyspepsia yang tidak ‎diobati

‎2.1.3 Beri inforcement ‎positif atas jabatan keluarga ‎yang tepat ‎

‎2.2.1 Diskusikan kembali ‎dengan keluarga tentang ‎keinginan keluarga dengan ‎dyspepsia ‎

‎2.2.2 Beri reinforcement ‎positif atas keputusan ‎keluarga untuk merawat ‎anggota keluarga dengan ‎dyspepsia

‎3.1.1 Diskusikan dengan ‎keluarga tentang cara ‎mengaatasi
Dyspepsia : ‎

‎3.1.2 Motivasi keluarga ‎untuk menyebutkan cara ‎mengatsi dyspepsia ‎

‎3.1.3 Beri reinforcement ‎positif atas usaha yang ‎dilakukan keluarga

4.1 jelaskan makanan yang ‎dapat mencegah dyspepsia

‎4.1.2 Motivasi keluarga ‎untuk mengulagi penjelasan ‎yang diberikan ‎
‎4.1.3 beri reinforcement atas ‎usaha/jawaban Ny. D

‎5.1.1 Motifavi keluarga ‎apabila kondisinya tidak ‎dapat ditangani dirumah

‎5.1.2 Temani keluarga ke ‎klinik atau balai pengobatan ‎bila diperlukan ‎

‎5.1.3 beri reinforcement atas ‎hasil yang dicapai

Satuan Penyeluhan‎


Judul ‎ ‎: Dyspepsia ‎

Sasaran ‎ ‎: Ny. D dan sekeluarga (anak-anaknya)‎

Hari/tgl ‎: Senin 31-05-2010 ‎

Tempat ‎ ‎: Rumah Ny. D di desa pulo reudeup dusun tunong Kab. Bireun ‎

Waktu ‎ ‎: ± 30 Menit ‎

Metode ‎: Ceramah dan diskusi ‎

Media ‎ ‎: lembar balik, Gambar‎


Tujuan

Umum ‎ ‎: setelah diberi penyuluhan 1 x 30 menit keluarga Ny. D ‎ ‎ mengerti tentang dyspepsia ‎
‎ ‎
Khusus ‎ ‎: ‎
• Keluarga Ny. D mengetahui tentang tanda dan gejala ‎dari dyspepsia

• Keluarga Ny. D mengetahui tentang penyebab dari ‎dyspepsia ‎

• Keluarga Ny. D mengetahui tentang penyrbab dari ‎duspepsia ‎

• Keluarga Ny. D mengetahui tentang penanggulangan ‎atau pencegahan dari dyspepsia ‎

• Keluarga Ny. D mengetahui makanan yang boleh dan ‎tidak boleh dimakan ‎


Evaluasi ‎ ‎: tanya jawab secara lisan, menanyakan secara lisan kepada
‎ Ny. D dan keluarga tentang penyakit dyspepsia‎

C. Metode ‎
‎1. Ceramh‎
‎2. diskusi ‎

D. Media
‎1. lembar balik‎
‎2. Gambar ‎

E. Kegiatan Belajar Mengajar

No Tahap Waktu Perawat Kegiatan Pasien‎
‎1.‎ ‎ Pembukaan‎ ‎ 3 Menit‎ ‎ 1. Memberikan salam ‎

‎ 2. Memperkanal diri‎

‎ 3. Menyempaikan tujuan‎
‎2.‎ ‎ Pelaksanaan‎ ‎15 Menit‎‎ ‎ ‎1. Menjelaskan isi materi‎

‎2. Menganjurkan peserta‎

‎3. Mengevaluasi secara ‎
‎ Verbal pada saat‎
‎ penkes ‎

‎3. ‎ Penutup ‎2 Menit ‎ ‎1. Menyampaikan isi‎
‎ Hasil kegiatan ‎

‎2. Mengakhiri kegiatan‎
‎ Dengan salam ‎


F. Evaluasi ‎

‎1.‎ Evasi struktur

• Sap sudah siap satu hari sebelum dilaksanakan kegiatan ‎
• Alat, tempat disiapkan ‎
• Sudah dibentuknya struktur pembagian peran
• Perencanaan penkes yang sesuai dengan tepat ‎
• Perawat dan peserta siap

‎2.‎ Evaluasi Proses ‎
• Alat tempat bisa digunakan sesuai rencana
• Peserta mau atau bersedia untuk mengikuti kegiatan yang telah ‎direncanakan ‎

‎3.‎ Evaluasi hasil ‎
Materi Penyuluhan

‎1. Pengertian‎
Dyspepsia adalah suatu penyakit saluran cerna yang disertai dengan
nyeri ulu hati (epigastrium)‎

‎2. Tanda-tanda dan gejala ‎

• Mual
• Muntah
• Nyeri ulu hati
• Nyeri saat lapar
• Perut cepat terasa Kenyan saat makan
• Perut terasa penuh dan nyeritekan

‎3. Penyebab‎

• Pola makan yang tidak teratue‎
• Sering telat makan
• Makanan yang kurang tepat

‎4. Pencegahan‎

• Makan yang teratur
• Kurangi makan yang pedas-pedas
• Minum obat antisida sebelum makan ‎
• Mimum air putih yang banyak

Makanan yang boleh dimakan ‎

• Sayur-sayuran seperti wortel, bayam
• Tempe
• Buah-buahan
• Susu
• Timun
• Telor

Makanan yang tidak boleh dimakan

• Makanan yang pedas, cabe
• Minuman bersoda, sprite, fanta, tape, dll
• Makanan yang mengandung gas

No comments:

Post a Comment